505 Siswa SMK NU Ma’arif Kudus Ikuti Sosialisasi PAHAM AI, Belajar Jadi Pengguna Teknologi yang Bijak

Kudus – Sebanyak 505 siswa SMK NU Ma’arif Kudus mengikuti sosialisasi Training of Trainers (TOT) Program Paham AI, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang berlangsung di SMK NU Ma’arif 1 Kudus ini diikuti seluruh 505 siswa. Seluruh peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi teknologi di kalangan pelajar, khususnya dalam memahami perkembangan AI yang semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan.

Kasat Binmas Polres Kudus AKP I Kadek Dwi Pramartha Putra mengatakan, pemahaman terhadap AI penting diberikan kepada pelajar agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif.

“Kami ingin para pelajar tidak hanya mengenal AI sebagai sebuah teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara efektif, kreatif dan bertanggung jawab. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan kemampuan siswa,” kata AKP I Kadek.

Menurutnya, melalui program tersebut para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peran trainer atau master trainer yang nantinya dapat membantu menyampaikan materi PAHAM AI kepada peserta didik lainnya.

“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini para siswa memiliki bekal dan kesiapan untuk ikut menyebarkan pemahaman mengenai penggunaan AI yang baik di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai konsep dasar AI, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun sinergi antara Polri dan pihak sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Salah seorang siswa peserta kegiatan, Elang, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut.

“Sebelumnya kami memang sudah sering menggunakan AI untuk membantu belajar, tetapi dari kegiatan ini kami jadi lebih memahami bahwa AI harus digunakan dengan bijak dan tetap bertanggung jawab,” kata Elang.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas belajar sehari-hari.

“Kami jadi lebih tahu bagaimana memanfaatkan AI untuk membantu mencari informasi dan belajar tanpa sekadar bergantung pada hasil dari AI,” imbuhnya.

Related Post

Leave a Reply